Analisa Film State of Play





State of Play adalah film Political Thriller pada tahun 2009, berdasarkan mini-seri BBC yang memiliki 6 episode dengan nama yang sama pertama kali tayang pada tahun 2003. Dalam mini seri berdurasi 6 jam tersebut di adaptasi ke dalam film berdurasi 2 jam. Film ini disutradarai oleh Kevin Macdonald dari naskah yang dittulis oleh Matthew Michael Carnahan, Tony Gilroy, Peter Morgan dan Billy Ray.


Sebelum saya mulai review saya ini saya sarankan untuk anda yang belum pernah menonton State of Play untuk menonton versi mini-serinya terlebih dahulu, karena versi mini-seri dari BBC kurang lebih memiliki cerita yang sama. Akan tetapi, penyajian pada mini-seri lebih lebih baik dibandingkan dengan versi hollywood.

Saya akan awali review ini dengan mebahas apa saja yang saya suka dari film ini. Yaitu “set-piece” set-piece dalam film ini terasa hidup dan mempunyai detail yang sangat tinggi. Selain dari set-piece film ini sangat-sangat buruk. Mulai dari pacing, scoring, acting, dll. Saya akan membahas kenapa film ini gagal dalam berbagai aspek dimulai dari:

1. Cerita
plot dasarnya adalah jurnalis Cal McAffrey menyelidiki pembunuhan dari pencuri yang mempunyai kemungkinan terhubungnya dengan terbunuhnya asisten riset dari politisi bernama Stephen Collins. Cal dan Stephen adalah teman sekamar ketika kuliah

Media mengungkap  bahwa Collins yang yang sudah menikah mempunyai hubungan gelap dengan asisten risetnya, dan kematianya dimungkinkan terjadi karena bunuh diri. Cal jurnalis lainya berusaha mencari tahu cerita yang benar pada kejadian tersebut.

Dengan plot film yang serius dan menjanjikan film state of play gagal dalam memberitahukan kepada audiens apa yang terjadi seiring berjalanya cerita. Biasanya storytelling pada film linear seperti state of play dilakukan dengan menggunakan “3 act structure”.

Act 1 adalah bagian terbaik dalam film ini. Karena, pengenalan tokoh dan perangkaian dasar cerita masih bisa membuat audiens mengerti deengan apa yang terjadi. Seperti hal apa saja yang terjadi dan bagaimana hal itu terjadi diungkap dengan jelas pada act 1.

Act 2 sangatlah membosankan, karena tidak adanya ketegangan (tension) yang merupakan unsur paling penting dari film thriller. Banyaknya deus ex maxhina membuat kita sebagai penonton kehilangan suspension of disbelief. Contohnya adalah selamatnya Cal McAffrey dari serangan bingham karena adanya keluarga asia, bingham dapat menembak kurir pizza yang bergerak akan tetapi tidak dapat menembak Cal Mcaffrey yang bergerak di jalur lurus. Bagaimana kita sebagai audiens bisa merasakan ketegangan apabila karakter yang kita lihat mempunyai plot pelindung yang sangat tebal. Banyak scene dimana helikopter berterbangan adalah cara yang lemah untuk memberitahukan kepada audiens bahwa situasi pada film tersebut sedang panas.

Act 3 seharusnya adalah bagian dimana terjawabnya semua pertanyaan yang perlu dijawab dan penyelesaian dari masalah. Walaupun film ini menjawab beberapa pertanyaan yang sudah ada pada pikiran audiens. Akan tetapi, dari jawaban-jawaban tersebut. Seperti terjawabnya identitas sonia baker sebagai agen dari perusahaan keamananan point corp. Bila dipikirkan apakah perusahaan seperti point corp yang mempunyai berbagai macam personel yang berpengalaman dalam spionase, terorisme, counter-terorisme, dll. Jadi apa rencana terbaik mereka untuk mengalahkan politisi yang menentang mereka ? mengirim 1 orang wanita pramusaji yang mereka temui melalui Public Relation Officer mereka....

Perusahaan yang mempunyai mempertahankan perang dinegara lain dan menjadi pilihan banyak perusahaan untuk menjadi pengaman mereka membuat keputusan yang mempunyai banyak kekurangan. Ada 1001 cara untuk membunuh politisi dan membuat kematianya terlihat seperti kecelakaan. Dan apabila teman jurnalisnya mulai mencari tahu kebenaran terkait kematian temanya point corp cukup mengirim pembunuh bayaran untuk membungkamnya

Hal diatas hanyalah 1 contoh dari banyaknya plothole pada film tersebut. Untuk menikmati film ini saya perlu menonaktifkan otak saya sejenak. Ada beberapa audiens yang mungkin mentolerir plothole pada film tersebut karena tanpa plothole-plothole yang ada cerita pada film state of play mustahil untuk diadaptasikan.

Saya tidak setuju dengan statement  bahwa plothole ada untuk membiarkan cerita dapat berjalan. Apabila sebuah cerita terlalu banyak mengandalkan deus ex Machina  dan mengabaikan suspension of disbelief akan membuat saya sebagai audiens menjadi tidak peduli dengan cerita yang diberikan. Dan apabila plothole ada agar sebuah cerita dapat diadaptasikan membuktikan bahwa penulisan pada film ini lemah dan tidak berbeda jauh dengan cerita-cerita yang ditulis oleh anak berumur 7-14 tahun pada wattpad.

Penggunaan Open-ended Ending dalam Thriller sangatlah lazim seperti 2 film thriller favorit saya no country for old men dan old boy. Akan tetapi, film-film tersebut meninggalkan pertanyaan kepada kita audiens untuk dijawab sesuai interpretasi masing-masing individu. Dan pada film state of play pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari jawaban pada act 3 tidak dapat dijawab karena pertanyaan tersebut datangnya dari penulisan yang lemah.



2. Pergerakan/penempatan kamera

Ada beberapa shot yang menurut saya sangat bagus dan bisa dipelajari, dan shot-shot yang menurut saya terlihat indah dan terlihat segi estetikanya adalah ketika kamera itu tidak bergerak dan berdiam diri di tripod. shot-shot lainya yang menggerakan kameranya menurut saya sangat mengecewakan.


a. handheld

Hampir semua adegan pada film ini di ambil secara handheld baik itu establishing shot, shot reverse shot, dll.  Ada beberapa adegan yang menggunakan kameranya handheld yang menurut saya cukup bagus seperti pada act 1 handheld digunakan untuk memberikan sudut pandang Robert Bingham ketika dia mengikuti Sonia Baker. Pada shot lainya penggunaan handheld sangat cukup untuk membuat saya ingin berhenti menonton film ini. Contohhnya pada scene pertama didalam mobil Cal McAffrey. penggunaan handheld pada scene ini tidak mempunyai tujuan sama sekalia baik artistik maupun teknik. dan mungkin ini juga dapat dijadikan pelajaran untuk moviemaker yang ingin berkarya untuk mempekerjakan camera person yang tidak mempunyai parkinson.


scene di mobil Cal

Contoh lainya adalah scene saat Cal McAffrey Melakukan Transaksi dengan pencuri. Penggoyangan kamera saat dialog dimana pengambilan gambarnya dapat dilakukan dengan steadycamera dan hasilnya akan terlihat lebih bagus apabila menggunakan steadycamera.

scene Transaksi antara Cal dan pencuri

b. Shot reverse shot


Tidak ada salahnya menggunakan shot reverse shot dalam film yang mempunyai banyak dialog jika dilakukan dengan benar akan memberikan rasa kestabilan dalam scene. Akan tetapi, penggunaan shot reverse shot pada film ini dipadukan dengan handheld yang berefek dengan tidak terbentuknya kestabilan dari shot dan pelanjuta reverse-shotnya. Beberapa scene yang menggunakan shot reverse shot akan terlihat lebih baik apabila menggunakan ensemble staging.

shot awal

reverse shot

3. Scoring
Biasanya untuk film seperti ini saya tidak mempermasalahkan hal seperti scoring. Namun, Score pada film ini terdengar seperti kumpulan musik stok yang dibagikan secara gratis di internet terdengar sangat monoton . Tidak hanya itu, musik yang monoton tersebut diulang secara terus menerus tanpa mengganti notenya membuat Score yang membosankan menjadi menjengkelkan.

Kesimpulan:

film ini memerlukan usaha yang besar untuk menontonya, motivasi saya untuk menyelesaikan film ini agar bisa membuat analisis tentang jurnalistik. Untuk kalian yang ingin menonton state of play sangat saya anjur untuk menonton versi mini seri.

Secara keseluruhan film ini mempunyai potensi untuk menjadi film thriller seperti chinatown, 1984 dan film-film political-thriller lainya. Sangat disayangkan karena tidak terarahnya pengarahan pada film ini membuat potensi tersebut hanyalah menjadi potensi saja. 




9+1 elemen jurnalistik pada film state of play

1. kewajiban jurnalis pertama adalah pada kebenaran

Kewajiban para jurnalis adalah menyampaikan kebenaran, sehungga masyarakan bisa memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk berdaulat. bentuk "kebenaran jurnalistik: yang inging dicapai ini bukan sekedar akurasi, namun merupakan benruk kebenaran yang praktis dan fungsional

pada film state of play keika Cal diberitahukan oleh lynne bahwa koran akan tetap diterbitkan, namun Cal tidak berhenti mencari kebenaran, walaupun tidak ada imbalanya.

2. Loyalitas utama jurnalis adalah kepada warga
Organisasi pemberitaan dituntut melayani berbagai kepentingan konstituennya: lembaga komunitas, kelompok kepentingan lokal, perusahaan induk, pemilik saham, pengiklan, dan banyak kepentingan lain. Semua itu harus dipertimbangkan oleh organisasi pemberitaan yang sukses. Namun, kesetiaan pertama harus diberikan kepada warga (citizens). Ini adalah implikasi dari perjanjian dengan publik.
Komitmen kepada warga bukanlah egoisme profesional. Kesetiaan pada warga ini adalah makna dari independensi jurnalistik. Independensi adalah bebas dari semua kewajiban, kecuali kesetiaan terhadap kepentingan publik.
Walaupun di awal film motivasi Cal adalah untuk membela temanya, namun pada akhirnya Cal memutuskan untuk menerbitkan berita yang menurutnya harus diketahhui oleh warga(citizen).  dan pada akhirnya mengakibatkan temanya dipenjara.
3.Esensi jurnalisme disiplin verifikasi
Yang membedakan antara jurnalisme dengan hiburan (entertainment), propaganda, fiksi, atau seni, adalah disiplin verifikasi. Hiburan –dan saudara sepupunya “infotainment”—berfokus pada apa yang paling bisa memancing perhatian. Propaganda akan menyeleksi fakta atau merekayasa fakta, demi tujuan sebenarnya, yaitu persuasi dan manipulasi. Sedangkan jurnalisme berfokus utama pada apa yang terjadi, seperti apa adanya.
ketika Cal mendapatkan Informasi dari teman sekamarnya Sonia Baker dia tidak yakin bahwa informasi yang diberitahukan oleh teman sekamarnya Sonia Baker benar atau tidak. oleh karena itu Cal mengintrogasi Dominic yang lebih dapat dipercaya omonganya dibandingkan dengan teman sekamarnya Sonia Baker.
4. Jurnalis harus independen dari pihak yang mereka liput
Jurnalis harus tetap independen dari faksi-faksi. Independensi semangat dan pikiran harus dijaga wartawan yang bekerja di ranah opini, kritik, dan komentar. Jadi, yang harus lebih dipentingkan adalah independensi, bukan netralitas. Jurnalis yang menulis tajuk rencana atau opini, tidak bersikap netral. Namun, ia harus independen, dan kredibilitasnya terletak pada dedikasinya pada akurasi, verifikasi, kepentingan publik yang lebih besar, dan hasrat untuk memberi informasi.
walaupun Cal merupakan teman dekat dari collin akan tetapi Cal tidak memihak selama menyelidiki kebenaran berita. apa yang dilakukan oleh Cal merupakan independen dan tidak menempatkan dirinya dalam salah satu faksi dalam memberikan input pada suatu berita.

5. Jurnalis harus bertindak sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan

Jurnalis harus bertindak sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan. Wartawan tak sekedar memantau pemerintahan, tetapi semua lembaga kuat di masyarakat. Pers percaya dapat mengawasi dan mendorong para pemimpin agar mereka tidak melakukan hal-hal buruk, yaitu hal-hal yang tidak boleh mereka lakukan sebagai pejabat publik atau pihak yang menangani urusan publik. Jurnalis juga mengangkat suara pihak-pihak yang lemah, yang tak mampu bersuara sendiri.

di akhir film Cal memutuskan untuk memuat berita tentang agenda-agenda mencurigakan yang dilakukan oleh Point Corp, tanpa memedulikan seberapa bahaya dan kuatnya perusahaan point corp. dalam sisi jurnalistik Cal memantau seluruh lembaga pemerintah maupun swasta apabila ada sesuatu yang mencurigakan Cal wajib untuk menyelidiki hal tersebut tanpa terkecuali.

6. Jurnalisme harus menyediakan forum bagi kritik maupun komentar dari publik

Apapun media yang digunakan, jurnalisme haruslah berfungsi menciptakan forum di mana publik diingatkan pada masalah-masalah yang benar-benar penting, sehingga mendorong warga untuk membuat penilaian dan mengambil sikap.

ketika publik sedang tertarik dengan berita tentang skandal yang dilakukan oleh collins media memberikan apa yang publik inginkan dan menambahkan detail-detail baru terhadap situasi tersebut. dan Cal juga sebagai jurnalis yang baik memberikan berita yang menurutnya penting kepada publik, seperti ketika publik ramai membicarakan skandal collins Cal membrikan informasi kepada publik tentang agenda point corp.

karena Sebuah perdebatan yang melibatkan prasangka dan dugaan semata hanya akan mengipas kemarahan dan emosi warga. Perdebatan yang hanya mengangkat sisi-sisi ekstrem dari opini yang berkembang, tidaklah melayani publik tetapi sebaliknya justru mengabaikan publik. Yang tak kalah penting, forum ini harus mencakup seluruh bagian dari komunitas, bukan kalangan ekonomi kuat saja atau bagian demografis yang menarik sebagai sasaran iklan.

7. Jurnalisme harus membuat hal penting itu menarik dan relevan

Tugas jurnalis adalah menemukan cara untuk membuat hal-hal yang penting menjadi menarik dan relevan untuk dibaca, didengar atau ditonton. Untuk setiap naskah berita, jurnalis harus menemukan campuran yang tepat antara yang kurang serius dan yang kurang-serius, dalam pemberitaan hari mana pun.

dalam beberapa adegan di state of play ada berbagai macam headline serta pembawaan berita tentang kematian Sonia Baker. dan pada adegan terakhir Cal menulis headline yang cukup menarik yaitu "anggota Kongres ditangkap".

8. Jurnalis harus menjaga agar beritanya komprehensif dan proporsional

Tugas Jurnalis salah satunya juga adalah membuat berita yang dibawakan menyeluruh dan seimbang.Pada film state of play Cal McAffrey dan della frey hanya memasukan apa saja yang publik perlu ketahui dan tidak melencengkan berita tersebut dari kebenaran.

9. Jurnalis memiliki kewajiban untuk mengikuti suara hati nurani mereka

Setiap jurnalis, dari redaksi hingga dewan direksi, harus memiliki rasa etika dan tanggung jawab personal, atau sebuah panduan moral. Terlebih lagi, mereka punya tanggung jawab untuk menyuarakan sekuat-kuatnya nurani mereka dan membiarkan yang lain melakukan hal yang serupa.

Cal Mcaffrey dalam menyelidiki agenda point corp mendapatkan banyak halangan baik secara fisik maupun mental seperti saksi mata yang terbunuh dikarenakan Cal menyimpan barang bukti, Cal hampir terbunuh. akan tetapi, Cal tidak berhenti dalam pengumpulan informasi yang dilakukan olehnya dikarenakan dia yakin apa yang dilakukanya benar.




Comments

Popular posts from this blog

TUGAS JURNALISTIK 1